KALIMANTAN DALAM WACANA INDIANISASI

Main Article Content

Imam Hindarto

Abstract

Trade that began to flourish during the early phase of the Anno Dominion generated the growth of lndicinfluenced- region in Southeast Asia. Such influence is widely evident in the Indonesian Archipelago including Kalimantan, which is practically located in the middle of ancient trading streams. lndic influenced archaeological remains are abundantly discovered in Kalimantan, for instance statues and inscriptions. Foreign and Indonesian scholars have long discussed and present hypotheses on the possible agent of the 'indianiazing' of the Indonesian Archipelago. In regard to obtain a thorough understanding on the Indonesian historical-cultural discourse, this article discusses the importance of re-evaluating those hypotheses.

Article Details

How to Cite
Hindarto, I. (1). KALIMANTAN DALAM WACANA INDIANISASI. Naditira Widya, 2(2), 178-189. https://doi.org/10.24832/nw.v2i2.350
Section
Articles

References

Ardika, I.W. 2008. Archaeological Traces of the Early Harbour Town, Burial, Texts and Ritual, Ethnoarcaeological Investigation in North Bali, Indonesia. Georg. University Gottingen. Him: 149-155.

Atmodjo, M.M Sukarto K. 1994. Beberapa Temuan Prasasti Baru di
Indonesia, Berkala Arkeologi Tahun XIV (Edisi Khusus). Yogyakarta : Balai Arkeologi Yogyakarta. Him. 1-5.

Barker, Chris. 2005. Cultural Studies: Teori dan Praktik. Bandung. Bentang (PT. Bentang Pustaka).

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia .
Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gupta, Sunil. 2008. The Bay of BengalInteraction Sphere (1 000 BC -
AD500) . http://ejournal.anu.edu.au/index.php/bippa/article/view/80/71. [21 September 2008].

Harkataningsih, Naniek. 1998. Persebaran Keramik di Kalimantan : Kajian Perniagaan, makalah Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi di
Cipayung 16-19 Februari.

Kusmartono, Vida Pervaya. 2000. Posisi Candi Laras dan Candi Agung pada Kerangka Sejarah Budaya Masa Klasik di Kalimantan
Selatan, Naditira Widya Nomor : 04. Banjarmasin. Balai Arkeologi
Banjarmasin. Him 11-17.

Lombard, Denys. 1996. Nusa Jawa Silang Budaya Buku Ill Warisan
Kerajaan-kerajaan Konsentris. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka
Utama.

Nastiti, Titi Surti. 1998. Ekskavasi Situs Candi Laras Kabupaten Tapin
Kalimantan Selatan, Berita Penelitian Arkeologi No. 3. Banjarmasin. Balai Arleologi.

Ptak, Roderich. 2002. Kumpulan Rujukan Cina yang Mungkin Berkaitan dengan Daerah Barus (dari Dinasti Tang sampai Dinasti
Ming), Lobu Tua Sejarah Awal Barus editor Calude Guiilod. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Him 105-138.

Sedyawati, Edi. 1986. Kajian Kuantitatif atas Masalah Local Genius,
Pertemuan Ilmiah Arkeologi IV Buku Ill Konsepsi dan Metodologi.
Jakarta. Puslitarkenas. Him : 33-49.

Sedyawati, Edi. 2006. Pelayaran dan Perdagangan sebagai
Penggerak Dinamika Kebudayaan di Sumatra; Sebuah
Kerangka Permasalahan , Budaya Indonesia Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada. Him 333-334.

Suhadi, Machi. 1998. Kajian Antarwilayah Kalimantan dari Perspektif Hindu Buddha, makalah Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi di Cipayung 3

Sumadio, Bambang (Editor). 1993. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.

Taim, Eka Asih Pu triana. 1998. Jalur Perdagangan Keramik Asing dan Hubungannya dengan Wilayah Pantai Timur Sumbangsel, makalah Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi di Cipayung 16-19 Februari.

Utomo, Bambang Budi. 2007. Kalimantan Barat dan Sumbawa dalam
Perspektif Arkeologi dan Sejarah. Jakarta : Pusat Penelitian dan
Pengembangan Arkeologi Nasional.

Wheatly, Paul. 1983 . Nagara and Commandery Origins of Southeast Asian Urban Traditions. Chicago. The University of Chicago.

Wolters. O.W. 1974. Early Indonesian Commerce: A study of the origins Srivijaya. Ithaca and London :Cornell University Press