HUBUNGAN GENEALOGIS MASYARAKAT DAYAK BAWO DENGAN LAWANGAN DAN BENUAQ BERDASARKAN KONSEP RELIGI DAN BAHASA

Main Article Content

Hartatik Hartatik

Abstract

Abstrak. Masing-masing komunitas Dayak yang berdiam di pedalaman Kalimantan merasa berdiri sebagai komunitas
eksklusif. Namun, ada beberapa komunitas yang mengaku bahwa dia merupakan keturunan atau bagian dari
komunitas yang lain, misalnya Dayak Bawo dan Benuaq yang mengakui bahwa dirinya merupakan keturunan dari
Dayak Lawangan yang tinggal di Tiwei. Tulisan ini membahas kemungkinan adanya hubungan genealogis antara
komunitas Bawo, Benuaq, dan Lawangan. Kajian ini dilakukan berdasarkan pendekatan deskriptif-komparatif atas
konsep religi dalam bentuk artefak penguburan dan bahasa. Berdasarkan pembahasan tersebut diharapkan
adanya pemahaman tentang hubungan genealogis antarkomunitas yang ada di pedalaman Kalimantan. Hasil dari
perbandingan tersebut ternyata menunjukkan bahwa ketiga komunitas tersebut memang mempunyai hubungan
genealogis.

Article Details

How to Cite
Hartatik, H. (1). HUBUNGAN GENEALOGIS MASYARAKAT DAYAK BAWO DENGAN LAWANGAN DAN BENUAQ BERDASARKAN KONSEP RELIGI DAN BAHASA. Naditira Widya, 4(2), 219-235. https://doi.org/10.24832/nw.v4i2.33
Section
Articles