SITUS PULAU SIRANG: DATA BARU JEJAK PALEOLITIK DI KALIMANTAN (PULAU SIRANG: NEW DATA ON THE PALAEOLITHIC IN KALIMANTAN)

Nia Marniati Etie Fajari, nfn Jatmiko, Imam Hindarto, Eko Herwanto, Yuka Nurtanti Cahyaningtyas, Ulce Oktrivia

Abstract

Jejak budaya paleolitik di Kalimantan ditemukan di lembah Sungai Riam Kanan, yaitu di situs Awang  Bangkal dan Rantau Balai. Data arkeologi yang ditemukan di situs-situs tersebut berupa kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, kerakal dipangkas, dan fragmen serpih. Debit air waduk Riam Kanan yang akhir-akhir ini mengalami penurunan secara signifikan memunculkan situs yang semula tenggelam, yang disebut Pulau Sirang. Fenomena ini memunculkan pertanyaanpertanyaan yang berkaitan dengan bentuk, sebaran, dan kronologi data arkeologi. Penelitian ini merupakan penelitian penyelamatan yang bertujuan untuk mengumpulkan,  dan mendokumentasikan data arkeologi sebanyak mungkin dengan rangkaian metode penelitian survei, ekskavasi, dan analisis. Kami laporkan hasil survei dan ekskavasi di Pulau Sirang berupa (dalam terminologi Movius) kapak perimbas, kapak penetak, proto pahat genggam, kapak genggam, serpih, serut,
bilah, lancipan, fragmen serpih, perkutor, batu inti, dan tatal. Sebaran artefak batu tersebut terkonsentrasi di permukaan Pulau Sirang utama, dan beberapa ditemukan di pulau-pulau lain di sekitarnya.

Palaeolithic sites in Kalimantan are located in the Riam Kanan Valley at the Awang Bangkal and Rantau Balai sites. Lithics include pebble tools, hand-axes, flakes and debitage. Power plant construction has recently lowered the level of the Riam Kanan reservoir, revealing a formerly submerged site with surface lithics called Pulau Sirang. This phenomenon raises questions on the morphology of lithics, and their distribution and chronology. The present investigation is a rescue research which aims to collect and record as many archaeological data as possible by a sequence of method comprising survey, excavation, and analysis. We report on archaeological survey and excavation at Pulau Sirang, a site which has yielded (in Movius terminology) a range of choppers, chopping tools, proto-hand-adzes, hand-axes, flakes, scrapers, blades, points, flake shatter, awls, cores, and debitage. The distribution of these lithics is concentrated on the surface of the main Pulau Sirang, and some are also found on other small emergent islands around it.

Keywords

paleolitik, kapak perimbas, kapak penetak, Pulau Sirang, Riam Kanan (palaeolithic, chopper, chopping tool, Pulau Sirang, Riam Kanan)

References

Alink, Gerrit, Shinatria Adhityatama, Truman Simanjuntak. 2017. “Descriptive Analysis of Palaeolithic Stone Tools from Sulawesi, Collected by the IndonesianDucth Expedition in 1970”. Amerta 35 (2): 75-92.

Andrefsky, William Jr. 1998. Lithics Macroscopic

Approaches to Analysis. Cambridge: Cambridge University Press.

Bartstra, Gert-Jan. 1976. Contributions to The Study

of The Palaeolithic Patjitan Culture Java, Indonesia.Leiden: E. J. Brill.

Bintarti, D.D., Halina Hambali, R. Budijanto. 1976. Laporan Hasil Survei Kepurbakalaan di Daerah Kalimantan Selatan”. Berita Penelitian Arkeologi 5: 1-26.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaya. Jakarta: PT. Gramedia

Fajari, Nia Marniati Etie. 2011. “Batuan Situs Awang Bangkal dan Area Jelajah Manusia pada Masa Prasejarah”. Berita Penelitian Arkeologi Balai Arkeologi Banjarmasin 5 (1) : 1-27.

______. 2012. Eksplorasi Jejak Budaya di Hulu Sungai Riam Kanan. Berita Penelitian Arkeologi Balai Arkeologi Banjarmasin 6 (1) : 1-32.

______. 2017. “Artefak Batu Paleolitik Situs Rantau

Balai, Kalimantan Selatan: Studi tentang Karakteristik dan Teknologi Pembuatannya”. Kindai Etam3(1): 1-14.

Fajari, Nia Marniati Etie, Jatmiko, Imam Hindarto, Eko Herwanto, Yuka Nurtanti Cahyaningtyas, dan Ulce Oktrivia. 2017. “Laporan Penelitian Penanggunalan

Kasus Cagar Budaya Situs Pulau Sirang dan Sekitarnya di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan”. Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan.

Forestier, Hubert. 2007. Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu Prasejarah Song Keplek, Gunung Sewu, Jawa Timur. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Inizan, Marie-Louise, Michèle Reduron-Ballinger, Hélène Roche, dan Jacques Tixier. 1999. Technology and Terminology of Knapped Stone. Nanterre: CREP.

Keates, Susan G. dan Gert-Jan Bartstra. 2001. “Observations on Cabengian and Pacitanian Artefacts from Island of Southeast Asia”. Quartiir 51 (52): 9-31.

Prenstiss, Anne Marie David S. Clarke. 2008. “Lithic Technological Organization and Evolution”. Hlm. 257-285 dalam Lithic Technology, editor William Andrefsky. Cambridge: Cambridge University Press.

Rouse, Irving. 1971. The Classification of Artifacts

in Archaeology. Hlm. 108-125 dalam Man’s Imprint from the Past Readings in the Methods of Archaeology, editor James Deetz. Boston: Little Brown Company.

Simanjuntak, Truman, Dwi Yani Yuniawati, Naniek Harkantiningsih, Endang Sri Hardiati, Sonny Wibisono, dan Fadhilla Arifin Aziz. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Soejono, R.P. dan R. Z. Leirissa. 2010. Sejarah

Nasional Indonesia I Zaman Prasejarah Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Widianto, Harry, Truman Simanjuntak, dan Budianto Toha. 1997. “Ekskavasi Situs Gua Babi, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan”. Berita Penelitian

Arkeologi Balai Arkeologi Banjarmasin1: 1-48.

Widianto, Harry dan Retno Handini. 2003. “Karakteristik Budaya Prasejarah di Kawasan Gunung Batubuli, Kalimantan Selatan: Mekanisme Hunian Gua PascaPlestosen”. Berita Penelitian Arkeologi Balai Arkeologi Banjarmasin12: 1-91.

Copyright (c) 2018 Naditira Widya
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.