PERMASALAHAN HASIL PERTANGGALAN RADIOKARBON PADA SITUS PATIH MUHUR DAN POSISINYA DALAM SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI KALIMANTAN SELATAN

Wasita Wasita
| Abstract views: 99 | views: 72

Abstract

Kadang-kadang hasil analisis pertanggalan absolut, tidak sepenuhnya menuntaskan persoalan kronologi situs.Tidak
jarang hasil pertanggalan absolut justru menimbulkan persoalan baru, contohnya di situs Patih Muhur. Berkaitan dengan
itu, tujuan kajian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangan pemikiran mengenai penempatan situs Patih Muhur dalam
kerangka sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitik. Aplikasinya
dilakukan dengan mendeskripsikan tahapan pengambilan sampel, analisis yang dilakukan, dan membandingkan hasil
pertanggalan absolut dan relatif. Kajian yang dilakukan menghasilkan temuan bahwa terdapat ketidaksinkronan antara
pertanggalan absolut dan relatif. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa validitas hasil pertanggalan absolut tidak
cukup dilakukan hanya dalam satu kali uji pertanggalan dan kemudian dianggap final. Idealnya, kajian pertanggalan
absolut dilakukan terhadap beberapa sampel dan akan lebih baik jika analisis dilakukan dengan radiokarbon modern.
Setelah itu, seluruh hasilnya dikaji lagi dengan metode Bayesian untuk mendapatkan durasi aktivitas yang meyakinkan
yang pernah terjadi di situs.Terakhir, kritisi kembali cara mendapatkan pertanggalan relatif.

Keywords

pertanggalan absolut, pertanggalan relatif, perkerangkaan sejarah, situs Patih Muhur, Kalimantan Selatan

References

Buck, C.E., J.A. Christen, J.B. Kenworthy dan

C.D. Litton. 1994. Estimating The Duration

Of Archaeological Activity Using 14C

Determinations. Oxford Journal of

Archaeology 13 (2): 229-240.

Chichagova, O.A. dan A.E. Cherkinsky. 1993.

Problems in Radiocarbon Dating of

Soils. Radiocarbon 35 (3): 351-362.

Faisal, Wisjachudin, Agus Taftazani., F. Lahagu,

Sumiyatno, Suhardi, Imam Prayogo,

Djiono, dan Wartono Rahardjo. 1995.

Pengkajian Stratigrafi Cupljkan Batuan

Dari Zaman Kuarter Menggunakan

Pertanggalan Radiokarbon. Hlm. 239-

dalam Prosiding Pertemuan dan

Presentasi Ilmiah PPNY-BATAN,

Yogyakarta 25-27 April.

Faisal, Wisjachudin, Rosyidin, Sumiyatno,

Siswanto, dan Darwin A.Siregar. 2000.

Pertanggalan Radiokarbon Pada Situs

Candi Jabung Salah Satu Candi di Jawa

Timur. Hlm. 187-192 dalam Prosiding

Pertemuan dan Presentasi Ilmiah

Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan

Teknologi Nuklir P3TM-BATAN,

Yogyakarta, 25 -26 Juli.

Faisal, Wisjachudin. 2009. Peran Metode

Pertanggalan Radiometris di Bidang

Arkeologi dan Geologi. Jurnal Iptek

Nuklir Ganendra 12 (2): 70-81.

Forestier, Hubert. 1998. Ribuan Gunung, Ribuan

Alat Batu: Prasejarah Song Keplek,

Gunung Sewu, Jawa Timur. Jakarta:

Kepustakaan Populer Gramedia.

Huda, Sokhi. 2008. Tasawuf Kultural: Fenomena

Shalawat Wahidiyah. Yogyakarta: LKiS.

Pearson, G.W., J R Pilcher, M G L Baillie, D M

Corbett, and F Qua. 1986. High-Precision

C Measurement of Irish Oaks to Show

the Natural 14C Variations from AD 1840-

BC. Radiocarbon 28 (2B): 911-934.

Kusmartono, Vida Pervaya Rusianti dan Harry

Widianto. 1997/1998. Ekskavasi Situs

Candi Agung Kabupaten Hulu Sungai

Utara, Kalimantan Selatan. Berita

Penelitian Arkeologi No. 2. Banjarmasin:

Balai Arkeologi Banjarmasin.

Poesponegoro, Marwati Djoened. 2008. Sejarah

Nasional Indonesia I. Jakarta: Balai

Pustaka.

Ras, J.J. 1968. Hikajat Bandjar: A Study in Malay

Historiography. The Hague: Martinus

Nijhoff.

Sulistyanto, Bambang. 2000. Umur Candi Laras

Dalam Panggung Sejarah Indonesia

Kuna. Berita Penelitian Arkeologi No. 7.

Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Sunarningsih, Wasita, Bambang Sakti Wiku

Atmojo, dan Nugroho Nur Susanto. 2007.

Temuan tonggak kayu ulin di Desa Patih

Muhur Lama, Kecamatan Anjir Muara,

Kabupaten Barito Kuala, Povinsi

Kalimantan Selatan. Laporan Peninjauan.

Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Wasita. 2007. Ekskavasi Permukiman Lahan

Basah di Situs Gambut, Kabupaten

Banjar dan Patih Muhur, Kabupaten Barito

Kuala, Kalimantan Selatan. Laporan

Penelitian Arkeologi. Banjarbaru: Balai

Arkeologi Banjarmasin.

Copyright (c) 2016 Naditira Widya
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.