KIPRAH ARKEOLOGI DAN PERAN IAAI KOMDA KALIMANTAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Main Article Content

Sunarningsih Sunarningsih

Abstract

Sebagai insan cendekia yang mempelajari kehidupan masa lalu, arkeolog mempunyai tanggung jawab untuk menyusun dan
menyebarkan informasi yang dihasilkan dari kajiannya kepada masyarakat. Beragam cara dapat dilakukan untuk dapat membagi
informasi penting tentang kehidupan masa lalu tersebut, antara lain dengan publikasi hasil penelitian dalam bentuk berbagai terbitan
(buku dan artikel), pameran, seminar, dan sosialisasi. Masih banyak cara lainnya yang bisa dilakukan oleh seorang arkeolog untuk
membagi informasi kepada masyarakat. Dengan menggunakan sebuah organisasi profesi, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI),
terutama di Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan, diharapkan peran arkeolog di masyarakat, khususnya Kalimantan, lebih dapat
dirasakan. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis mencoba untuk membahas peran arkeolog terhadap keberadaan kurikulum
2013, yang mulai diberlakukan pada sekolah (SD, SMP, dan SMA) di Indonesia. Kurikulum pendidikan yang fokus pada pendidikan
karakter dirasakan perlu diterapkan seiring dengan perubahan dan tuntutan yang berkembang saat ini. Tulisan ini bersifat deskriptif,
pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka (buku dan koran), dan observasi terhadap kegiatan pengembangan yang
dilakukan oleh institusi penelitian arkeologi di Kalimantan, yaitu Balai Arkeologi Banjarmasin dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh
IAAI Komda Kalimantan. Hasil penelusuran terhadap sumber tertulis dan observasi tersebut akan dievaluasi dan selanjutnya disusun
kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh para arkeolog yang tergabung dalam IAAI (Komda Kalimatan) untuk berperan lebih aktif
dalam pelaksanaan kurikulum 2013.

Article Details

How to Cite
Sunarningsih, S. (1). KIPRAH ARKEOLOGI DAN PERAN IAAI KOMDA KALIMANTAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013. Naditira Widya, 8(2), 127-134. https://doi.org/10.24832/nw.v8i2.111
Section
Articles

References

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2011. Arkeologi dan
sumber daya budaya di Kalimantan:
masalah dan apresiasi. Banjarbaru: Ikatan
Ahli Arkeologi Indonesia Komda
Kalimantan.
Anonim. 2014. Kurikulum 2013 pendidikan karakter
tak mudah diajarkan. Kompas. 8
September, 1 dan 5.
_______. 2014. 5 Masalah utama Kurikulum 2013.
Kompas. 11 September, 11.
_______. 2014. Peer teaching model pembelajaran
problem base learning 4 core. Radar
Banjarmasin. 14 September, 11.
Hartatik, dkk. 2005. Dinamika kerifan lokal
masyarakat Kalimantan. Banjarbaru: Ikatan
Ahli Arkeologi Indonesia Komda
Kalimantan.
Kasnowihardjo, Gunadi. 2004. Sungai dan
kehidupan masyarakat di Kalimantan.
Banjarbaru: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia
Komda Kalimantan.
Kurniasih, Imas dan Berlin Sani.2014. Sukses
mengimplementasikan kurikulum 2013.
Jakarta: Kata Pena.
Pemerintah Republik Indonesia. 2003. Undangundang
nomor 20 Tahun 2003 tentang
Pendidikan Nasional.
Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor
16 Tahun 2007 tentang Kompetensi Guru.
Pemerintah Republik Indonesia. 2013. Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor
65 Tahun 2013 tentang Penerapan
Pendekatan Saintifik/Ilmiah.
Renfrew, Colin dan Paul Bahn. 2012. Archaeology
theories, methods, and pratice, edisi ke-6.
London: Thames and Hudson Ltd.
Simanjuntak, Truman. 2012. “Arkeologi dan
pembanguan karakter bangsa” dalam
Arkeologi untuk publik, 7-14 Jakarta: Ikatan
Ahli Arkeologi Indonesia.