PERJALANAN KESULTANAN BANJAR: DARI LEGITIMASI POLITIK KE IDENTITAS KULTURAL

Main Article Content

Norpikriadi Norpikriadi

Abstract

Kerajaan Islam Banjar yang pada masa lalu wilayah pengaruhnya mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan
sebagian Kalimantan Timur sekarang, menjadi fokus kajian tulisan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap bagaimana dan dari
mana ia sebagai sebuah pranata politik mendapatkan sumber legitimasinya. Dari sini diharapkan dapat memberi manfaat berupa
pemahaman baru bagi masyarakat terhadap masalah terkait. Metode penelitiannya sendiri menggunakan metodologi penelitian sejarah.
Hasil penelitian memperlihatkan dinamika kesultanan tersebut, di mana ia kokoh bertahan saat setia pada tradisi sebagai sumber
legitimasi, dan hancur lebur manakala bermain api dengan kekuatan asing yang sekuler. Negara tradisional ini kian menarik dicermati
ketika wajahnya coba dimunculkan lagi dalam masa empat tahun belakangan oleh sementara “tutus” yang merasa sebagai ahli
warisnya.

Article Details

How to Cite
Norpikriadi, N. (1). PERJALANAN KESULTANAN BANJAR: DARI LEGITIMASI POLITIK KE IDENTITAS KULTURAL. Naditira Widya, 8(2), 79-94. https://doi.org/10.24832/nw.v8i2.108
Section
Articles

References

Abar, Husni. 2002, Panembahan Muda Aling Datu
Muning: studi kasus tentang kekuasaan
masyarakat Banjar. Tapin: Pemda Tapin.
Adam, Asvi Warman. 2007. Ketika rezim politik
berganti di dalam pelurusan sejarah
Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
Alamsyah, Randu. 2001. Jalan sunyi kebudayaan
(biografi Sultan Banjar Pangeran H. Khairul
Saleh). Banjarbaru: Mingguraya Press.
Anonim. 1965. Surat-surat perdjanjian antara
Kesultanan Bandjarmasin dengan
Pemerintah VOC, Bataafse Republik,Inggeris dan Hindia Belanda 1635-1860.
Djakarta: Kompartimen Perhubungan
Dengan Rakyat.
Anonim. 2006. Keraton Banjar bakal berdiri lagi.
Banjarmasin Post. 8 April.
Basrowi dan Sudikin. 2003. Teori-teori perlawanan
dan kekerasan kolektif. Surabaya: Insan
Cendekia.
Helius, Sjamsuddin. 2001. Pegustian dan
temenggung: akar sosial, politik, etnis, dan
dinasti, perlawanan di Kalimantan Selatan
dan Kalimantan Tengah 1859-1906. Jakarta:
Balai Pustaka.
Kartodirjo, Sartono. 2001. Pengantar sejarah
Indonesia baru 1500-1900: dari emporium
ke imperium. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Mahin, Marko. 2005. Menunggu naga Di Sungai
Martapura. Banjarmasin Post. 24
September.
Mulyadi, Bambang Dedi. 2011. Selayang pandang
Kesultanan Banjar dan pembentukan
lembaga adat dan kekerabatan Kesultanan
Banjar Kalimantan Selatan. Cetak Kedua.
(tanpa info penerbit).
Roeslan, Tamny. Gerakan Muning: sebuah gerakan
sosial dalam Perang Banjar. Tesis.
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Said, Muhammad. 2011. Raja diraja Kerajaan Banjar.
Martapura: Pustaka Agung Kesultanan
Banjar.
Saleh, M. Idwar. 1962. Bandjarmasin: selajang
pandang mengenai bangkitnja keradjaan
Bandjarmasin, posisi, fungsi dan artinja
dalam sedjarah Indonesia dalam abad
ketudjuhbelas. Bandung: Balai Pendidikan
Guru.
_______. 1975. Banjarmasih, sejarah singkat
mengenai bangkit dan berkembangnya Kota
Banjarmasin serta wilayah sekitarnya
sampai dengan tahun 1950. Banjarmasin.
_______. 1979. Studi mengenai paranan Pangeran
Antasari dalam Perang Banjar Tahun 1859
– 1865 (orientasi sejarah lokal).
Banjarmasin: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Universitas Lambung
Mangkurat Fakultas Keguruan.
_______. 1984. Sekilas mengenal daerah Banjar dan
kebudayaan sungainya sampai dengan
akhir abad 19. Banjarmasin: Depdikbud
Dirjend Kebudayaan Kalimantan Selatan
Banjarmasin.
Tim Peneliti. 2003. Sejarah Banjar. Banjarmasin:
Pemprov Kalimantan Selatan.