JOGLO GUDANG SEBUAH BUKTI EKSISTENSI CINA DI KALIMANTAN SELATAN

Main Article Content

Ida Bagus Putu Prajna Yogi

Abstract

Awal kedatangan masyarakat Tionghoa di Banjarmasin karena aktivitas perdagangan. Jalur transportasi yang digunakan
adalah sungai. Oleh karena itu, pemukiman cenderung terkonsentrasi di wilayah daerah aliran sungai besar, yaitu di daerah Veteran,
Gedangan, dan RK Ilir yang berada di sepanjang Sungai Martapura, Banjarmasin. Joglo gudang adalah salah satu budaya yang
muncul dalam masyarakat Tionghoa di Kalimantan Selatan. Artikel ini akan membicarakan sejarah pemakaian arsitektur joglo gudang
tersebut dan alasan dipilihnya bentuk joglo gudang sebagai bentuk tempat tinggal mereka. Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif-analitis. Kombinasi unsur lokal genius dari masyarakat Tionghoa dalam mendirikan usaha perumahan dan sikap adaptif untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan di Kalimantan yang berair dan menghasilkan bentuk baru arsitektur tradisional masyarakat
Banjar, disebut joglo gudang.

Article Details

How to Cite
Yogi, I. B. P. P. (1). JOGLO GUDANG SEBUAH BUKTI EKSISTENSI CINA DI KALIMANTAN SELATAN. Naditira Widya, 8(2), 69-76. https://doi.org/10.24832/nw.v8i2.107
Section
Articles

References

Groenevelt, W. P. 2009. Nusantara dalam catatan
Tionghoa. Depok: Komunitas Bambu.
Haryadi dan B. Setiawan. 1995. Arsitektur
lingkungan dan perilaku. Jakarta: P3SL
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ideham, M. Suriansyah, dkk. 2003. Sejarah Banjar.
Banjarmasin: Badan Penelitian dan
Pengembangan Propinsi Kalimantan
Selatan.
Ji, Liang Li. 1982. Selayang pandang penyelidikan
mengenai Indonesia di Tiongkok. Dalam
Archipel Vol 24. http://www.persee.fr/web/
revues/home/prescript/article/arch_0044
(diunduh tanggal 10 September 2014).
Pangarsa, G. W. Tjahjono, R. dan Pamungkas, S.
T. 1994. Deformasi dan dampak ruang
arsitektur Madura Pedalungan di Lereng
Utara Tengger. Laporan Hasil Penelitian.
Malang: Universitas Brawijaya.
Ras, J. J. 1968. Hikayat Banjar: a Study in Malay
Historiography. The Hague: Martinus Nijhoff.
Sukendar, Haris, dkk.1999. Metode penelitian
arkeologi. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional.
Tan, Melly G. 1981. Masalah perencanaan
penelitian. Dalam Metode-metode penelitian
arkeologi. Jakarta: Gramedia.
Too, Lilian. 1995. Feng Shui: memasuki dunia naga
dan macan, membagi rahasia dari tycoon
bisnis di Asia. Jakarta: Gramedia.
Widiastuti, Kurnia dan Oktavia Anna. 2012.
Karakteristik arsitektur klenteng Soetji
Nurani Banjarmasin. Dalam Lanting Journal
of Architecture. Banjarmasin: Pogram Studi
teknik Arsitektur universitas Lambung
Mangkurat.
Wong, Eva. 2004. Feng Shui: kearifan purbakala
mengenai kehidupan harmonis yang
diterapkan untuk zaman modern. Batam:
Lucky Publisher.
Yogi, I. B. P. Prajna. 2007. Pengaruh Cina pada
arsitektur Pura Pabean Di Buleleng
(berdasarkan kajian sejarah, pola tata
ruang, bentuk, dan fungsinya). Skripsi.
Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada.