KAJIAN AWAL TENTANG LUKISAN DINDING GUA DI LIANG BANGKAI, KALIMANTAN SELATAN

Main Article Content

Bambang Sugiyanto

Abstract

Sejak ditemukannya lukisan dinding gua untuk pertama kali pada tahun 1988 di Liang Kaung,Kalimantan Barat, yang kemudian
diikuti dengan penemuan lukisan dinding lain di wilayah Kalimantan Timur, tampaknya temuan lukisan-lukisan di dinding gua di Kalimantan
mulai bermunculan. Fenomena ini mungkin terjadi akibat dari semakin terbukanya kawasan hutan di sekitar pegunungan atau perbukitan
karst yang ada. Terbukanya akses ini memudahkan kita untuk mengunjungi gua-gua yang banyak terdapat di pegunungan karst
tersebut, dan akhirnya menemukan lukisan kuna pada dinding gua. Lukisan dinding dari bahan arang yang ditemukan di Bukit Bangkai,
Kalimantan Selatan, merupakan salah satu temuan yang terbaru. Artikel ini akan membahas jenis lukisan dinding yang ada di gua dan
ceruk di Bukit Bangkai. Pembahasan ini didasarkan pada pengamatan langsung terhadap motif gambar yang ada pada dinding gua,
yang dilanjutkan studi pustaka, memperbandingkan dengan temuan yang sama di situs lainnya di Kalimantan. Kajian lukisan dinding gua
ini menunjukkan bahwa jenis lukisan dinding gua di Bukit Bangkai hanya berwarna hitam dan dalam kondisi kabur.

Article Details

How to Cite
Sugiyanto, B. (1). KAJIAN AWAL TENTANG LUKISAN DINDING GUA DI LIANG BANGKAI, KALIMANTAN SELATAN. Naditira Widya, 8(2), 59-68. https://doi.org/10.24832/nw.v8i2.106
Section
Articles

References

Chazine, Jean-Michel. 1994. New archaeological
perspective for Borneo and especially
Kalimantan Provinces. Makalah pada 15th
IPPA Congress Chiang Mai, Thailand.
_______. 2003. Rock art and ceramics in East
Borneo: logical discovery or new
cornerstone? Dalam Pacific Archeaology
Assessments and Prospect. Noumea
Kane, 43-52.
_______. 2005a. Decoding the hands. Dalam
National Geographic 208 (2) August: 44-45.
_______. 2005b. Rock-art, burials, and habitations:
caves in East Kalimantan. Asian
Perspective 44 (1): 219-230.
_______. 2006. Recent rock-art and archaeological
discoveries in East Kalimantan, Indonesia.
Dalam Proceedings of the 18th Congress of
Indo-Pacific Prehistory Assosiation, Manila,
Philippines, 20-26 March, 16-22. Canberra:
Australian National University.
Fage, Luc-Henry dan Jean-Michel Chazine. 2010.
Borneo: memory of the caves. Le
Kalimanthrope
Hartatik. 2012. Religi dan teknologi tradisional suku
Dayak Meratus di Kabupaten Kotabaru,
Kalimantan Selatan. Laporan Penelitian
Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi
Banjarmasin. Belum terbit.
Permana, Cecep Eka. 2013. Kajian tentang gambar
telapak tangan prasejarah. http://
ww w.4 sh are .co m/o ff ice /kK jf nt7 b/
Kajian_Tentang_Gambar_Telapak_Tangan_html.
Poesponegoro, Marwati et. al. 1993. Sejarah
Nasional Indonesia Jilid I. Jakarta: Balai
Pustaka.
Sugiyanto, Bambang. 2012. Penelitian ekskavasi
Situs Liang Bangkai, Desa Dukuhrejo,
Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah
Bumbu, Kalimantan Selatan, tahap III.
Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru:
Balai Arkeologi Banjarmasin. Belum terbit.
Sugiyanto, Bambang, Jatmiko, dan Yuka Nurtanti
Cahyaningtyas. 2013. Penelitian ekskavasi
Situs Liang Bangkai, Desa Dukuhrejo,
Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah
Bumbu, Kalimantan Selatan, tahap IV.
Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru:
Balai Arkeologi Banjarmasin. Belum terbit.
Sugiyanto, Bambang et. al. 2014. Penelitian
ekskavasi Situs Liang Bangkai, Desa
Dukuhrejo, Kecamatan Mantewe,
Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan
Selatan, tahap V. Laporan Penelitian
Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi
Banjarmasin. Belum terbit.