LAMPUNG CIKONENG, POTRET PEMUKIMAN ORANG MELAYU DI TANAH BANTEN

Main Article Content

Deni Sutrisna

Abstract

Banten dalam beragam aspeknya merupakan sebuah kawasan yang cocok untuk analisis sejarah Nusantara. Pandangan
umum tentang Kesultanan Banten tampak dengan ciri-ciri yang sama dengan kesultanan di Sumatera, tetapi Banten menampilkan suatu
kekhasan dengan posisinya yang berada di perbatasan antara dua tradisi utama Nusantara, yaitu tradisi kerajaan Jawa dan tempat
perdagangan Melayu. Khusus tradisi tempat perdagangan Melayu, masih menyisakan suatu daerah budaya Melayu yang hingga kini
bertahan di tanah Banten, yaitu komunitas Melayu Lampung di Kampung Cikoneng. Keberadaannya menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari pasang surut dinamika hubungan Lampung sebagai daerah taklukan maupun sebagai sumber komoditi (penghasil)
lada yang membuat mahsyur Banten di mata dunia. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah dengan menelusuri data lewat
laporan penelitian, buku, dan internet. Dari uraian paparan tulisan diketahui bahwa keberadaan Melayu Lampung di tanah Banten
disebabkan hubungan erat yang telah terjalin lama antara penguasa Banten dengan orang Lampung melalui kegiatan perdagangan.

Article Details

How to Cite
Sutrisna, D. (1). LAMPUNG CIKONENG, POTRET PEMUKIMAN ORANG MELAYU DI TANAH BANTEN. Naditira Widya, 8(1), 19-28. https://doi.org/10.24832/nw.v8i1.103
Section
Articles