Editorial Policies

Focus and Scope

Fokus dan ruang lingkup Naditira Widya adalah karya tulis ilmiah berupa hasil penelitian, ulasan (review), kajian, dan pemikiran konsep atau teori di bidang keilmuan arkeologi dan kebudayaan Indonesia.

Focus and scope of Naditira Widya is scientific writing in the form of research, reviews, studies, and conceptual or theoretical thinking in the fields of Indonesian archeology and culture.

 

Section Policies

Front Pages

Unchecked Open Submissions Unchecked Indexed Unchecked Peer Reviewed

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Back Pages

Unchecked Open Submissions Unchecked Indexed Unchecked Peer Reviewed

Naditira Widya Vol. 6 No.1 Tahun 2012

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Naditira Widya Vol. 1 No. 2 Tahun 2007

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Naditira Widya Vol. 10 No.2 Tahun 2016

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April 2017

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Naditira Widya Vol. 11 No. 2 OKtober 2017

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Reviewer atau Mitra Bestari Naditira Widya berkompeten dalam bidang kepakaran ilmu arkeologi dan kebudayaan Indonesia, serta mampu bekerja secara profesional  dengan menjunjung tinggi kode etika publikasi ilmiah sebagai Reviewer. Proses Peer-review naskah Naditira Widya, sebagai berikut:

  1. Reviewer melakukan review (proses penelaahan) naskah sesuai dengan bidang keilmuannya. Apabila naskah tidak sesuai dengan bidang kompetensinya, berhak menolak untuk proses review dan dialihan ke reviewer lain yang lebih kompeten.
  2. Proses review menggunakan double blind review, yaitu reviewer tidak mengetahui identitas penulis, begitu juga sebaliknya.
  3. Proses review satu naskah dilakukan setidaknya oleh dua reviewer dan proses tahapannya dilakukan dengan sistem E-Journal.
  4. Reviewer melakukan review naskah dalam jangka waktu maksimal 2 minggu sejak naskah diterima. Proses review berdasarkan substansi naskah (kualitas artikel), antara lain,
  • Menelaah kesesuaian judul, latar belakang, permaslahan, tujuan, teori, metode, pembahasan, dan penutup
  • Menelaah kejelasan penyajian gambar dan tabel
  • Menelaah kemutakhiran pustaka yang dirujuk
  • Menelaah kesalahan fakta
  • Melakukan evaluasi terhadap isi naskah
  • Menelaah orisinalitas informasi
  • Menelaah pernah tidaknya naskah tersebut dimuat di tempat lain
  • Menelaah kekomprehensifan pengetahuan Penulis
Lanjutan:
  1. Apabila dalam jangka waktu 4 minggu review naskah belum selesai, reviewer harus mengkonfirmasi ke Editor in Chief atau Pemimpin Redaksi Naditira Widya
  2. Selama proses review naskah, reviewer memberikan penilaian naskah melalui form/daftar checklist review yang tersedia pada aplikasi jurnal elektronik ini. Jika merasa kesulitan, reviewer dapat melakukan penilaian naskah secara manual pada form checklist review (format Ms.Word) yang dikirim oleh Section Editor atau sekreatriat redaksi.
  3. Naskah hasil review dikembalikan ke Section Editor atau sekreatriat redaksi.
  4. Reviewer memberikan keputusan naskah hasil review:
  • Accept Submission (naskah diterima).
  • Revisions Required (naskah perlu direvisi oleh penulis).
  • Resubmit for Review (naskah sebaiknya direview oleh reviewer lain).
  • Resubmit Elsewhere (naskah sebaiknya dikirim ke penerbit jurnal lain, reviewer menolak secara halus).
  • Decline Submission (naskah ditolak).
  • See Comments (lihat komentar, reviewer menolak secara halus).
 

Peer-review Process

Reviewers or Mitra Bestari of Naditira Widya are competent in the fields of Indonesian archeology and cultural heritage and are able to work professionally by upholding the ethical code of scientific publications as reviewers. The peer-review process of Naditira Widya's manuscript, is as follows:

  1. Peer-reviewers review manuscripts in accordance to their scientific background. If the manuscript does not comply with peer-reviewers’ proficiency, the peer reviewer is entitled to refuse to review a manuscript and transfer to other reviewers who are more competent;
  2. The review process uses a double-blind review, i.e. the reviewer does not know the identity of the author, and vice versa;
  3. The process of reviewing one manuscript is done by at least two reviewers and steps of the process follows the E-Journal system;
  4. Reviewers review the manuscript within a maximum period of 2 weeks after the manuscript is submitted online. The review process is based on the substance (quality) of the manuscript, among others,
  • to review whether the title, background, questions, objective, theory, methods, discussion, and conclusion in accord to each other;
  • to review the clarity of images and tables;
  • to review the updated references used in the manuscript;
  • to review the validity of facts;
  • to evaluate the contents of manuscript;
  • to review the originality of information;
  • to review whether the manuscript was published elsewhere
  • to review the comprehensiveness of the author's knowledge

 Advanced

  1. If the review of the manuscript has not been completed within 4 weeks, the reviewer must confirm to the Editor in Chief for the delay;
  2. During the review process, the reviewer provides assessments by filling in a review form/checklist available online. If it is difficult to access the website, reviewers can manually fill in the form/checklist in MS.Word format sent by a Section Editor or the Secretariat
  3. The reviewed manuscript is returned to the corresponding Section Editor or the Secretariat;
  4. Reviewers make decision on the reviewed manuscript:
  • Accept Submission
  • Revisions Required
  • Resubmit for Review
  • Resubmit Elsewhere
  • Decline Submission
  • See Comments 

 

Publication Frequency

Naditira Widya terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Penerbitan edisi E-journal lebih awal daripada edisi cetak

Naditira Widya published twice a year, at April and Oktober. E-journal edition published earlier than the print edition.

 

Open Access Policy

Naditira Widya menyediakan akses terbuka bebas biaya terhadap seluruh konten yang dipublikasikan untuk kepentingan penelitian, referensi, dan ilmu pengetahuan bagi seluruh khalayak umum secara global.

Naditira Widya provides free, open access to all published content for the benefit of research, reference, and science for the entire public globally.

 

Archiving

Sistem pengarsipan jurnal ini menggunakan LOCKSS, sehingga pengarsipan terdistribusi di antara perpustakaan yang berpartisipasi dan memungkinkan perpustakaan tersebut untuk membuat arsip permanen jurnal untuk tujuan pelestarian dan restorasi.

This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration. More...

 

Publication Ethics

Etika Publikasi

Naditira Widya adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi jurnal peer-reviewed terkemuka dan sumber informasi yang berpengaruh. Jurnal ini menerbitkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan arkeologis berkenaan dengan gagasan dan penyelidikan para peneliti, akademisi, mahasiswa, atau pengamat masalah arkeologi dan warisan budaya yang akan bermanfaat bagi publik. Pernyataan berikut ini menjelaskan perilaku etik dari semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penerbitan artikel dalam jurnal ini, termasuk penulis, editor, mitra bestari, dan penerbit (Balai Arkeologi Kalimantan Selatan). Pernyataan ini dikutip dari ELSEVIER Ethical Guidelines for Journal Publication 2019, dan diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia.

Tugas Penulis

  1. Standar Pelaporan: Penulis yang melaporkan penelitian asli harus menyajikan akun yang akurat tentang pekerjaan yang dilakukannya serta tujuan pembahasan tentang penelitiannya. Naskah harus mengetengahkan data utama secara akurat. Sebuah naskah harus berisi detail dan referensi yang cukup untuk memungkinkan orang lain mereplikasi karya tersebut. Pernyataan palsu atau sengaja tidak akurat merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima. Ulasan dan artikel publikasi profesional juga harus akurat dan objektif, dan karya editorial 'opini' harus diidentifikasi secara jelas.
  2. Akses dan Retensi Data: Penulis mungkin akan diminta untuk memberikan data penelitian yang mendukung naskah mereka untuk tinjauan editorial dan/atau untuk mematuhi persyaratan data terbuka jurnal ini. Penulis harus siap untuk menyediakan akses data oleh publik, jika dapat dilakukan, dan harus siap untuk menyimpan data tersebut selama beberapa tahun setelah publikasi. Penulis dapat merujuk pada pedoman penulisan jurnal untuk perincian lebih lanjut.
  3. Orisinalitas dan Penghargaan terhadap Sumber: Para penulis harus memastikan bahwa mereka telah menulis karya asli sepenuhnya, dan jika penulis telah menggunakan karya dan/atau kata-kata orang lain, maka penggunaan karya ini harys telah dikutip dengan tepat, dan jika diperlukan harus memperoleh izin dari penulis aslinya. Penghargaan yang benar atas karya orang lain harus selalu dilakukan. Penulis harus mengutip publikasi yang telah mempengaruhi karya yang diberitakan dan yang memberikan konteks yang sesuai pada dokumen ilmiah yang lebih besar. Informasi yang diperoleh secara pribadi, seperti dalam percakapan, korespondensi, atau diskusi dengan pihak ketiga, tidak boleh digunakan atau diberitakan tanpa izin tertulis yang gambling dari sumbernya. Plagiarisme memiliki banyak bentuk, mulai dari 'lewat' makalah lain sebagai makalah penulis sendiri, hingga menyalin atau memparafrasekan bagian-bagian substansial dari makalah lain (tanpa atribusi), hingga mengklaim hasil dari penelitian yang dilakukan oleh orang lain. Plagiarisme dalam segala bentuknya merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima
  4. Publikasi Berganda, Mubazir, atau Bersama: Seorang penulis tidak boleh secara umum menerbitkan naskah yang pada dasarnya menggambarkan penelitian yang sama di lebih dari satu jurnal publikasi primer. Menyerahkan naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima. Secara umum, penulis tidak boleh menyerahkan untuk dipertimbangkan dalam jurnal lain atas makalah yang telah diterbitkan sebelumnya, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari kuliah yang diterbitkan atau tesis akademis atau sebagai pracetak elektronik. Publikasi beberapa jenis artikel (misalnya, pedoman klinis, terjemahan) di lebih dari satu jurnal terkadang dapat dibenarkan, asalkan persyaratan tertentu dipenuhi. Para penulis dan editor jurnal terkait harus menyetujui publikasi sekunder, yang harus mencerminkan data dan interpretasi yang sama dari dokumen utama. Referensi utama harus dikutip dalam publikasi sekunder. Rincian lebih lanjut tentang bentuk publikasi sekunder yang dapat diterima dapat ditemukan dari International Committee of Medical Editors (ICMJE).
  5. Kerahasiaan: Informasi yang diperoleh dalam rangka pekerjaan rahasia, seperti memediator naskah atau aplikasi bantuan, tidak boleh digunakan tanpa izin tertulis dari penulis karya yang terlibat dalam pekerjaan ini.
  6. Kepengarangan Makalah: Kepengarangan harus terbatas pada mereka yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap konsepsi, desain, pelaksanaan, atau interpretasi penelitian yang diberitakan. Semua yang telah memberikan kontribusi besar harus terdaftar sebagai penulis bersama. Jika ada orang lain yang telah berpartisipasi dalam aspek substantif tertentu dari makalah ini (misalnya, pengeditan bahasa atau penulisan medis), mereka harus diberi penghargaan pada bagian ucapan terima kasih. Penulis yang sesuai harus memastikan bahwa semua penulis bersama yang sesuai dan tidak ada penulis bersama yang tidak pantas dimasukkan di atas kertas, dan bahwa semua penulis bersama telah melihat dan menyetujui versi final dari makalah tersebut dan telah menyetujui pengajuannya untuk publikasi. Penulis diharapkan untuk mempertimbangkan dengan hati-hati daftar dan urutan penulis sebelum mengirimkan naskah mereka dan memberikan daftar penulis definitif pada saat pengajuan asli. Hanya dalam keadaan luar biasa Editor akan mempertimbangkan (atas kebijakan mereka) penambahan, penghapusan atau penataan ulang penulis setelah naskah telah diserahkan dan penulis harus dengan jelas menandai setiap permintaan tersebut kepada Editor. Semua penulis harus setuju dengan penambahan, penghapusan, atau penataan ulang tersebut. Penulis mengambil tanggung jawab kolektif untuk pekerjaan itu. Setiap penulis bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pertanyaan yang terkait dengan keakuratan atau integritas bagian pekerjaan apa pun diselidiki dan diselesaikan dengan tepat. Jurnal individu mungkin memiliki definisi kepengarangan tertentu (misalnya, jurnal medis dapat mengikuti definisi kepengarangan ICMJE), dan penulis harus memastikan bahwa mereka mematuhi kebijakan jurnal terkait.
  7. Bahaya dan Subjek Manusia atau Hewan: Jika pekerjaan melibatkan bahan kimia, prosedur atau peralatan yang memiliki bahaya yang tidak biasa yang melekat dalam penggunaannya, penulis harus secara jelas mengidentifikasi hal ini dalam naskah. Jika pekerjaan melibatkan penggunaan hewan atau subyek manusia, penulis harus memastikan bahwa naskah berisi pernyataan bahwa semua prosedur dilakukan sesuai dengan hukum dan pedoman kelembagaan yang relevan dan bahwa komite kelembagaan yang tepat telah menyetujui mereka. Penulis harus memasukkan pernyataan dalam manuskrip bahwa informed consent diperoleh untuk eksperimen dengan subjek manusia. Hak privasi subyek manusia harus selalu diperhatikan. Untuk subjek manusia, penulis harus memastikan bahwa pekerjaan yang dijelaskan telah dilakukan sesuai dengan Kode Etik Asosiasi Medis Dunia (Deklarasi Helsinki) untuk eksperimen yang melibatkan manusia. Semua percobaan hewan harus mematuhi pedoman ARRIVE dan harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Hewan (Prosedur Ilmiah) Inggris 1986 dan pedoman terkait, atau EU Directive 2010/63/EU tentang perlindungan hewan yang digunakan untuk tujuan ilmiah, atau Kebijakan Layanan Kesehatan Masyarakat AS tentang Perawatan Manusiawi dan Penggunaan Hewan Laboratorium dan, sebagaimana berlaku, UU Kesejahteraan Hewan. Persetujuan, izin, dan rilis yang sesuai harus diperoleh jika penulis ingin memasukkan perincian kasus atau informasi pribadi atau gambar pasien dan individu lain dalam publikasi Elsevier. Persetujuan tertulis harus disimpan oleh penulis dan salinan persetujuan atau bukti bahwa persetujuan tersebut telah diperoleh harus diberikan kepada Elsevier berdasarkan permintaan.
  8. Deklarasi Kepentingan Bersaing: World Association of Medical Editors (WAME) mendefinisikan konflik kepentingan sebagai “perbedaan antara kepentingan pribadi seseorang (kepentingan bersaing) dan tanggung jawabnya terhadap kegiatan ilmiah dan penerbitan, sehingga pengamat yang masuk akal mungkin bertanya-tanya apakah perilaku atau penilaian individu tersebut termotivasi oleh pertimbangan kepentingannya yang bersaing”. Semua penulis harus mengungkapkan dalam manuskrip mereka segala hubungan keuangan dan pribadi dengan orang atau organisasi lain yang dapat dianggap memengaruhi pekerjaan mereka secara tidak tepat. Semua sumber dukungan keuangan untuk melakukan penelitian dan/atau persiapan artikel harus diungkapkan, sebagaimana juga peran sponsor, jika ada, dalam desain penelitian; dalam pengumpulan, analisis dan interpretasi data; dalam penulisan pemberitaan; dan dalam keputusan untuk mengirimkan artikel untuk publikasi. Jika sumber pendanaan tidak memiliki keterlibatan seperti itu, maka ini harus dinyatakan. Contoh-contoh potensi konflik kepentingan yang harus diungkapkan meliputi pekerjaan, konsultasi, kepemilikan saham, honorarium, kesaksian ahli yang dibayar, aplikasi/pendaftaran paten, dan hibah atau pendanaan lainnya. Potensi konflik kepentingan harus diungkapkan pada tahap sedini mungkin.
  9. Pemberitahuan tentang Kesalahan Mendasar: Ketika seorang penulis menemukan kesalahan atau ketidaktepatan yang signifikan dalam karya mereka yang diterbitkan, adalah kewajiban penulis untuk segera  memberitahu editor jurnal atau penerbit dan bekerja sama dengan editor untuk menarik kembali atau memperbaiki kertas jika dianggap perlu oleh editor. Jika editor atau penerbit mengetahui dari pihak ketiga bahwa sebuah karya yang diterbitkan mengandung kesalahan, merupakan kewajiban penulis untuk bekerja sama dengan editor, termasuk memberikan bukti kepada editor jika diminta.
  10. Integritas Gambar: Meningkatkan, mengaburkan, memindahkan, menghapus, atau memperkenalkan fitur tertentu dalam suatu gambar, tidak dapat diterima. Penyesuaian kecerahan, kontras, atau keseimbangan warna dapat diterima jika dan selama tidak mengaburkan atau menghilangkan informasi apa pun yang ada dalam aslinya. Memanipulasi gambar untuk meningkatkan kejelasan diterima, tetapi manipulasi untuk tujuan lain dapat dilihat sebagai penyalahgunaan etis ilmiah dan akan ditangani sesuai peraturan yang berlaku. Penulis harus mematuhi kebijakan spesifik apa pun berkenaan dengan gambar grafis yang dipakai dalam jurnal terkait, misalnya, memberikan gambar asli sebagai bahan pelengkap artikel, atau menyimpannya dalam repositori yang sesuai.
  11. Transparansi Uji Coba Klinis: Elsevier mendukung transparansi uji klinis. Untuk jurnal yang relevan, penulis diharapkan untuk memenuhi standar industri terbaik dalam pendaftaran dan presentasi uji klinis, misalnya pedoman CONSORT, sebagaimana diatur lebih lanjut dalam kebijakan jurnal yang relevan standar CONSORT untuk uji coba acak http //www.consort -statement.org
  Tugas Editor
  1.  Keputusan Publikasi: Editor jurnal sepenuhnya bertanggung jawab secara independen untuk memutuskan naskah yang diserahkan ke jurnal untuk diterbitkan, sering bekerja bersama lembaga yang relevan (untuk jurnal yang dimiliki atau disponsori oleh lembaga). Validasi terhadap pertanyaan yang diajukan dalam naskah dan nilai pentingnya para peneliti dan pembaca harus mendasari keputusan tersebut. Editor dapat dipandu oleh kebijakan dewan editorial jurnal dan dibatasi oleh persyaratan hukum yang akan berlaku terkait isu-isu seperti pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Editor dapat berunding dengan editor lain atau mitra bestari  dalam membuat keputusan ini.
  2. Mitra Bestari: Editor harus memastikan bahwa proses penelaahan naskah adil, tidak memihak, dan tepat waktu. Artikel penelitian biasanya harus ditelaah oleh setidaknya dua mitra bestari yang independen di luar lembaga penerbit jurnal, dan bila perlu, editor harus mencari mitra bestari tambahan. Editor harus memilih mitra bestari dengan keahlian yang relevan dengan topik dan harus mengikuti langkah terbaik untuk menghindari kecurangan dalam pemilihan mitra bestari. Editor harus meninjau semua pengungkapan potensi konflik kepentingan dan saran untuk kutipan sendiri yang dibuat oleh mitra bestari untuk menentukan apakah ada potensi bias.
  3. Adil. Editor harus mengevaluasi artikel atas dasar materi intelektual tanpa memperhatikan ras, jenis kelamin, orientasi seksual, kepercayaan agama, asal etnis, kewarganegaraan, atau filosofi politik penulis. Kebijakan editorial jurnal harus mendorong pelaporan yang transparan, lengkap dan jujur, dan editor harus memastikan bahwa mitra bestari dan penulis memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang diharapkan dari mereka. Editor harus menerapkan sistem pengajuan jurnal elektronik standard untuk semua komunikasi jurnal. Editor harus menetapkan, bersama dengan penerbit, mekanisme transparan untuk permohonan banding terhadap keputusan editorial.
  4. Metrik jurnal: Editor tidak boleh mencoba memengaruhi peringkat jurnal dengan sengaja meningkatkan metrik jurnal apa pun. Secara khusus, editor tidak perlu meminta agar acuan ke artikel jurnal (atau yang lain) dimasukkan kecuali untuk alasan ilmiah murni dan penulis tidak diharuskan untuk memasukkan rujukan ke artikel yang ditulis oleh editor atau produk dan layanan di mana editor memiliki kepentingan di dalamnya.
  5. Kerahasiaan: Editor harus melindungi kerahasiaan semua materi yang dikirimkan ke jurnal dan semua komunikasi dengan mitra bestari, kecuali jika disetujui oleh penulis dan pengulas yang bersangkutan. Dalam keadaan khusus dan dalam konsultasi dengan penerbit, editor dapat memberikan informasi terbatas dengan editor jurnal lain yang dianggap perlu untuk menyelidiki dugaan pelanggaran penelitian. Kecuali jika jurnal mengoperasikan sistem penelaahan terbuka dan/atau mitra bestari telah setuju untuk mengungkapkan identitasnya, editor harus melindungi identitas mitra bestari. Materi yang tidak dipublikasikan yang diungkapkan dalam naskah yang dikirimkan tidak boleh digunakan dalam penelitian editor tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Informasi atau ide penting yang diperoleh melalui proses telaah harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi.
  6. Pernyataan Persaingan Kepentingan: Setiap potensi konflik kepentingan editorial harus dinyatakan kepada penerbit secara tertulis sebelum penunjukan editor, dan kemudian diperbarui jika dan ketika konflik baru muncul. Penerbit dapat menerbitkan pernyataan tersebut dalam jurnal. Editor tidak boleh terlibat dalam keputusan tentang makalah yang telah dituliskan sendiri atau ditulis oleh anggota keluarga atau kolega atau yang terkait dengan produk atau layanan yang melibatkan editor. Selanjutnya, setiap pengajuan tersebut harus tunduk pada semua prosedur jurnal umum, telaah harus ditangani secara independen dari penulis/editor yang relevan dan kelompok penelitian mereka, dan harus ada pernyataan yang jelas tentang efek ini pada makalah yang diterbitkan. Editor harus menerapkan kebijakan Elsevier yang berkaitan dengan pengungkapan potensi konflik kepentingan oleh penulis dan pengulas, mis. pedoman ICMJE.
  7. Kewaspadaan atas Data yang Diterbitkan: Editor harus bekerja untuk menjaga integritas data yang diterbitkan dengan meninjau dan menilai dugaan pelanggaran (penelitian, publikasi, resensi dan editorial), dalam hubungannya dengan penerbit (atau masyarakat). Langkah-langkah tersebut umumnya termasuk menghubungi penulis naskah atau makalah dan memberikan pertimbangan yang sesuai dengan masing-masing pengaduan atau klaim yang dibuat, tetapi juga dapat mencakup komunikasi lebih lanjut dengan lembaga dan badan penelitian terkait. Editor harus mendorong penggunaan sistem penerbitan yang sesuai untuk mendeteksi pelanggaran, seperti plagiarisme. Seorang editor yang dihadirkan dengan bukti pelanggaran yang meyakinkan harus berkoordinasi dengan penerbit (dan / atau masyarakat) untuk mengatur publikasi segera atas koreksi, pencabutan, pengungkapan kekhawatiran, atau koreksi lain pada data, yang mungkin relevan.
Tugas Mitra Bestari
  1. Memberi kontribusi pada keputusan editorial: Mitra bestari membantu editor dalam membuat keputusan editorial, dan melalui komunikasi editorial dengan penulis diharapkan dapat membantu penulis untuk memperbaiki makalahnya. Mitra bestari adalah komponen penting dalam komunikasi ilmiah formal, dan berada pada posisi terpenting dalam metode ilmiah. Selain tugas spesifik terkait etika yang dijelaskan di bawah ini, mitra bestari diminta untuk memperlakukan penulis dan hasil reviewnya dengan cara yang baik. Artikel yang tidak memenuhi syarat secara ilmiah harus diberitahukan kepada editor untuk ditolak.
  2. Kerahasian: Naskah yang diterima untuk direview harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Mitra bestari tidak boleh berbagi hasil ulasan atau memberi informasi tentang makalah dengan siapa pun atau menghubungi penulis secara langsung tanpa izin dari editor. Apabila editor merasa perlu dilakukan diskusi antara author dengan mitra bestari, maka mitra bestari harus membahas hal ini dengan editor untuk memastikan bahwa kerahasiaan tetap dijaga, dan bahwa peserta menerima masukan yang sesuai. Materi yang tidak diungkapkan dalam naskah yang dikirimkan oleh penulis, tidak boleh digunakan dalam penelitian oleh mitra bestari tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Informasi atau ide yang diperoleh melalui proses review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi.
  3. Perhatian terhadap masalah etika penulisan ilmiah: Mitra bestari harus memperhatikan masalah etika penulisan ilmiah, dan harus menyampaikannya kepada editor, seperti kesamaan substansial atau tumpang tindih antara manuskrip yang sedang direview dengan makalah lain atau unsur plagiasi. Setiap pernyataan melalui pengamatan, derivasi, atau argumen yang diajukan oleh orang lain harus disertai dengan kutipan sesuai dengan gaya selingkung.
  4. Standar Objektivitas dan kepentingan bersaing: tugas mereview harus dilakukan secara objektif. Mitra bestari harus mengetahui adanya bias pribadi yang mungkin mereka miliki dan harus mempertimbangkannya ketikamereview makalah. Kritikan terhadap pribadi penulis tidak boleh dilakukan. Mitra bestari harus mengekspresikan pandangan mereka dengan jelas berdasarkan argumen yang mendukung. Mitra bestari harus berkonsultasi dengan Editor sebelum menyetujui untuk mereview makalah yang memiliki potensi konflik kepentingan sehingga ditengarai akan menimbulkan persaingan, kolaborasi, atau hubungan lain dengan penulis, perusahaan, atau lembaga lainnya. Jika mitra bestari menyarankan bahwa penulis harus memasukkan kutipan artikel milik mitra bestari (atau rekan mereka), harus berdasarkan alasan ilmiah dan tidak mengandung maksud untuk meningkatkan jumlah kutipan terhadap artikel milik mitra bestari atau meningkatkan visibilitas karya orang lain (rekan sejawat).
 

Publication Ethics

Naditira Widya is a journal that aims to be a leading peer-reviewed journal and an authoritative source of information. This journal publishes results of archaeological research and development concerning ideas and investigation of researchers, academics, students or observers of archaeological and cultural heritage issues which will be of benefit to the public. This following statement clarifies ethical behaviour of all parties involved in the act of publishing an article in this journal, including the author, the editor, the reviewer, and the publisher (Balai Arkeologi Kalimantan Selatan). This statement is quoted from ELSEVIER Ethical Guidelines for Journal Publication 2019, and it is freely translated into Indonesian.

Duties of Authors

  1. Reporting Standards: Authors of reports of original research should present an accurate account of the work performed as well as an objective discussion of its significance. Underlying data should be represented accurately in the paper. A paper should contain sufficient detail and references to permit others to replicate the work. Fraudulent or knowingly inaccurate statements constitute unethical behaviour and are unacceptable. Review and professional publication articles should also be accurate and objective, and editorial ‘opinion’ works should be clearly identified as such.
  2. Data Access and Retention: Authors may be asked to provide the research data supporting their paper for editorial review and/or to comply with the open data requirements of the journal.  Authors should be prepared to provide public access to such data, if practicable, and should be prepared to retain such data for a reasonable number of years after publication. Authors may refer to their journal’s Guide for Authors for further details.
  3. Originality and Acknowledgement of Sources: The authors should ensure that they have written entirely original works, and if the authors have used the work and/or words of others, that this has been appropriately cited or quoted and permission has been obtained where necessary. Proper acknowledgment of the work of others must always be given. Authors should cite publications that have influenced the reported work and that give the work appropriate context within the larger scholarly record. Information obtained privately, as in conversation, correspondence, or discussion with third parties, must not be used or reported without explicit, written permission from the source. Plagiarism takes many forms, from ‘passing off’ another’s paper as the author’s own paper, to copying or paraphrasing substantial parts of another’s paper (without attribution), to claiming results from research conducted by others.  Plagiarism in all its forms constitutes unethical behaviour and is unacceptable.
  4. Multiple, Redundant or Concurrent Publication: An author should not in general publish manuscripts describing essentially the same research in more than one journal of primary publication. Submitting the same manuscript to more than one journal concurrently constitutes unethical behaviour and is unacceptable. In general, an author should not submit for consideration in another journal a paper that has been published previously, except in the form of an abstract or as part of a published lecture or academic thesis or as an electronic preprint. Publication of some kinds of articles (e.g. clinical guidelines, translations) in more than one journal is sometimes justifiable, provided certain conditions are met. The authors and editors of the journals concerned must agree to the secondary publication, which must reflect the same data and interpretation of the primary document. The primary reference must be cited in the secondary publication. Further detail on acceptable forms of secondary publication can be found from the ICMJE.
  5. Confidentiality: Information obtained in the course of confidential services, such as refereeing manuscripts or grant applications, must not be used without the explicit written permission of the author of the work involved in these services.
  6. Authorship of the Paper: Authorship should be limited to those who have made a significant contribution to the conception, design, execution, or interpretation of the reported study.  All those who have made substantial contributions should be listed as co-authors. Where there are others who have participated in certain substantive aspects of the paper (e.g. language editing or medical writing), they should be recognised in the acknowledgements section. The corresponding author should ensure that all appropriate co-authors and no inappropriate co-authors are included on the paper, and that all co-authors have seen and approved the final version of the paper and have agreed to its submission for publication. Authors are expected to consider carefully the list and order of authors before submitting their manuscript and provide the definitive list of authors at the time of the original submission. Only in exceptional circumstances will the Editor consider (at their discretion) the addition, deletion or rearrangement of authors after the manuscript has been submitted and the author must clearly flag any such request to the Editor. All authors must agree with any such addition, removal or rearrangement. Authors take collective responsibility for the work.  Each individual author is accountable for ensuring that questions related to the accuracy or integrity of any part of the work are appropriately investigated and resolved. Individual journals may have particular definitions of authorship (e.g. medical journals may follow the ICMJE definition of authorship), and authors should ensure that they comply with the policies of the relevant journal.
  7. Hazards and Human or Animal Subjects: If the work involves chemicals, procedures or equipment that have any unusual hazards inherent in their use, the author must clearly identify these in the manuscript. If the work involves the use of animal or human subjects, the author should ensure that the manuscript contains a statement that all procedures were performed in compliance with relevant laws and institutional guidelines and that the appropriate institutional committee(s) have approved them. Authors should include a statement in the manuscript that informed consent was obtained for experimentation with human subjects.  The privacy rights of human subjects must always be observed. For human subjects, the author should ensure that the work described has been carried out in accordance with The Code of Ethics of the World Medical Association (Declaration of Helsinki) for experiments involving humans.  All animal experiments should comply with the ARRIVE guidelines and should be carried out in accordance with the U.K. Animals (Scientific Procedures) Act 1986 and associated guidelines, or  EU Directive 2010/63/EU on the protection of animals used for scientific purposes, or the U.S. Public Health Service Policy on Humane Care and Use of Laboratory Animals and, as applicable, the Animal Welfare Act. Appropriate consents, permissions and releases must be obtained where an author wishes to include case details or other personal information or images of patients and any other individuals in an Elsevier publication. Written consents must be retained by the author and copies of the consents or evidence that such consents have been obtained must be provided to Elsevier on request.
  8. Declaration of Competing Interests: WAME define conflict of interest as “a divergence between an individual’s private interests (competing interests) and his or her responsibilities to scientific and publishing activities, such that a reasonable observer might wonder if the individual’s behaviour or judgment was motivated by considerations of his or her competing interests”. All authors should disclose in their manuscript any financial and personal relationships with other people or organisations that could be viewed as inappropriately influencing (bias) their work. All sources of financial support for the conduct of the research and/or preparation of the article should be disclosed, as should the role of the sponsor(s), if any, in study design; in the collection, analysis and interpretation of data; in the writing of the report; and in the decision to submit the article for publication. If the funding source(s) had no such involvement then this should be stated. Examples of potential conflicts of interest which should be disclosed include employment, consultancies, stock ownership, honoraria, paid expert testimony, patent applications/registrations, and grants or other funding. Potential conflicts of interest should be disclosed at the earliest possible stage.
  9. Notification of Fundamental Errors: When an author discovers a significant error or inaccuracy in their own published work, it is the author’s obligation to promptly notify the journal editor or publisher and cooperate with the editor to retract or correct the paper if deemed necessary by the editor. If the editor or the publisher learn from a third party that a published work contains an error, it is the obligation of the author to cooperate with the editor, including providing evidence to the editor where requested.
  10. Image Integrity: It is not acceptable to enhance, obscure, move, remove, or introduce a specific feature within an image. Adjustments of brightness, contrast, or colour balance are acceptable if and as long as they do not obscure or eliminate any information present in the original. Manipulating images for improved clarity is accepted, but manipulation for other purposes could be seen as scientific ethical abuse and will be dealt with accordingly [18]. Authors should comply with any specific policy for graphical images applied by the relevant journal, e.g. providing the original images as supplementary material with the article, or depositing these in a suitable repository
  11. Clinical Trial Transparency: Elsevier supports clinical trial transparency.  For relevant journals, authors are expected to conform to industry best standards in in clinical trial registration and presentation, for example the CONSORT guidelines, as further set out in the policies of the relevant journal CONSORT standards for randomized trials http://www.consort-statement.org/]

Duties of Editor

  1. Publication Decisions: The editor of a learned journal is solely and independently responsible for deciding which of the articles submitted to the journal should be published, often working in conjunction with the relevant society (for society-owned or sponsored journals). The validation of the work in question and its importance to researchers and readers must always underwrite such decisions.  The editor may be guided by the policies of the journal's editorial board and constrained by such legal requirements as shall then be in force regarding issues such as libel, copyright infringement and plagiarism. The editor may confer with other editors or reviewers (or society officers) in making these decisions.
  2. Peer review: The editor shall ensure that the peer review process is fair, unbiased, and timely.  Research articles must typically be reviewed by at least two external and independent reviewers, and where necessary the editor should seek additional opinions. The editor shall select reviewers who have suitable expertise in the relevant field and shall follow best practice in avoiding the selection of fraudulent peer reviewers. The editor shall review all disclosures of potential conflicts of interest and suggestions for self-citation made by reviewers in order to determine whether there is any potential for bias.
  3. Fair play. The editor should evaluate manuscripts for their intellectual content without regard to race, gender, sexual orientation, religious belief, ethnic origin, citizenship, or political philosophy of the authors. The editorial policies of the journal should encourage transparency and complete, honest reporting, and the editor should ensure that peer reviewers and authors have a clear understanding of what is expected of them.  The editor shall use the journal’s standard electronic submission system for all journal communications. The editor shall establish, along with the publisher, a transparent mechanism for appeal against editorial decisions.
  4. Journal metrics: The editor must not attempt to influence the journal’s ranking by artificially increasing any journal metric. In particular, the editor shall not require that references to that (or any other) journal’s articles be included except for genuine scholarly reasons and authors should not be required to include references to the editor’s own articles or products and services in which the editor has an interest.
  5. Confidentiality: The editor must protect the confidentiality of all material submitted to the journal and all communications with reviewers, unless otherwise agreed with the relevant authors and reviewers. In exceptional circumstances and in consultation with the publisher, the editor may share limited information with editors of other journals where deemed necessary to investigate suspected research misconduct. Unless the journal is operating an open peer-review system and/or reviewers have agreed to disclose their names, the editor must protect reviewers’ identities. Unpublished materials disclosed in a submitted manuscript must not be used in an editor's own research without the express written consent of the author. Privileged information or ideas obtained through peer review must be kept confidential and not used for personal advantage.
  6. Declaration of Competing Interests: Any potential editorial conflicts of interest should be declared to the publisher in writing prior to the appointment of the editor, and then updated if and when new conflicts arise. The publisher may publish such declarations in the journal. The editor must not be involved in decisions about papers which s/he has written him/herself or have been written by family members or colleagues or which relate to products or services in which the editor has an interest. Further, any such submission must be subject to all of the journal’s usual procedures, peer review must be handled independently of the relevant author/editor and their research groups, and there must be a clear statement to this effect on any such paper that is published. The editor shall apply Elsevier’s policy relating to the disclosure of potential conflicts of interest by authors and reviewers, e.g. the ICMJE guidelines.
  7. Vigilance over the Published Record: The editor should work to safeguard the integrity of the published record by reviewing and assessing reported or suspected misconduct (research, publication, reviewer and editorial), in conjunction with the publisher (or society). Such measures will generally include contacting the author of the manuscript or paper and giving due consideration to the respective complaint or claims made, but may also include further communications to the relevant institutions and research bodies. The editor shall further make appropriate use of the publisher’s systems for the detection of misconduct, such as plagiarism. An editor presented with convincing evidence of misconduct should coordinate with the publisher (and/or society) to arrange the prompt publication of a correction, retraction, expression of concern, or other correction to the record, as may be relevant.

Duties of Reviewers

  1. Contribution to Editorial Decisions: Peer review assists the editor in making editorial decisions and through the editorial communications with the author may also assist the author in improving the paper.  Peer review is an essential component of formal scholarly communication, and lies at the heart of the scientific method.  In addition to the specific ethics-related duties described below, reviewers are asked generally to treat authors and their work as they would like to be treated themselves and to observe good reviewing etiquette. Any selected referee who feels unqualified to review the research reported in a manuscript or knows that its prompt review will be impossible should notify the editor and decline to participate in the review process.
  2. Confidentiality: Any manuscripts received for review must be treated as confidential documents. Reviewers must not share the review or information about the paper with anyone or contact the authors directly without permission from the editor. Some editors encourage discussion with colleagues or co-reviewing exercises, but reviewers should first discuss this with the editor in order to ensure that confidentiality is observed and that participants receive suitable credit. Unpublished materials disclosed in a submitted manuscript must not be used in a reviewer’s own research without the express written consent of the author. Privileged information or ideas obtained through peer review must be kept confidential and not used for personal advantage.
  3. Alertness to Ethical Issues: A reviewer should be alert to potential ethical issues in the paper  and should bring these to the attention of the editor, including any substantial similarity or overlap between the manuscript under consideration and any other published paper of which the reviewer has personal knowledge. Any statement that an observation, derivation, or argument had been previously reported should be accompanied by the relevant citation.
  4. Standards of Objectivity & Competing Interests: Reviews should be conducted objectively.  Reviewers should be aware of any personal bias they may have and take this into account when reviewing a paper. Personal criticism of the author is inappropriate. Referees should express their views clearly with supporting arguments. Reviewers should consult the Editor before agreeing to review a paper where they have potential conflicts of interest resulting from competitive, collaborative, or other relationships or connections with any of the authors, companies, or institutions connected to the papers. If a reviewer suggests that an author includes citations to the reviewer’s (or their associates’) work, this must be for genuine scientific reasons and not with the intention of increasing the reviewer’s citation count or enhancing the visibility of their work (or that of their associates).

 

Plagiarism Check

Pengecekan plagiarisme dilakukan oleh Dewan Redaksi melalui penelaahan naskah berdasarkan kejelasan sumber referensi/kutipan serta pengecekan terhadap artikel-artikel terkait yang pernah dipublikasikan.

Plagiarism checks are carried out by the Editorial Board through script review based on the clarity of the source of references/quotes and checking of related articles that have been published.

 

Article Processing Charges

Setiap artikel yang diserahkan ke Naditira Widya tidak  memiliki 'Biaya Pemrosesan Artikel', termasuk biaya pengirimkan, penelaahan, pengedit, penerbitkan, pemelihara dan pengarsipkan, dan memungkinkan akses langsung ke versi teks lengkap dari artikel.

Every article submitted to Naditira Widya will not have any 'Article Processing Charges'. No charges for submitting, peer-reviewing, editing, publishing, maintaining and archiving, and allows immediate access to the full-text versions of the articles.

 

References Management

Setiap naskah yang diterima menggunakan kutipan dan daftar pustaka dengan mengikuti format ASA Style Citations Edisi Keempat Tahun 2010.

Citation and reference manuscript are written according to ASA style Citations Fourth Edition 2010.

 

Accreditation Certificate

Naditira Widya terakreditasi sebagai Jurnal Ilmiah oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) nomor:  715/Akred/P2MI-LIPI/04/2016 berlaku bulan April 2016 sampai dengan April 2019.

Naditira Widya has been accredited by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI)  number: 715/Akred/P2MI-LIPI/04/2016  since April 2016. Valid thru: April 2019.