JEJAK AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN KALIMANTAN DI TAMAN PURBAKALA CANDI AGUNG DI AMUNTAI, KALIMANTAN SELATAN [TRACES OF ACCULTURATION BETWEEN JAVA AND KALIMANTAN AT THE CANDI AGUNG ARCHAEOLOGICAL PARK IN AMUNTAI, SOUTH KALIMANTAN]

Main Article Content

Soni Sadono
Didit Endriawan

Abstract

Tulisan ini membahas situs-situs Candi Agung, Tiang Mahligai Junjung Buih, dan Pertapaan Pangeran Suryanata di Taman Purbakala Candi Agung, Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah memahami akulturasi budaya asli dan asing yang telah terjadi pada ketiga situs tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan arkeologi dan semiotika budaya dengan mengelaborasi aspek-aspek kualitatif datanya. Aspek-aspek yang dibahas adalah bentuk dan fungsi candi, nama dan fungsi situs pemandian dan pertapaan, nama-nama tokoh legenda yang terkait dengan keberadaan candi, dan peristiwa-peristiwa dalam legenda. Subjek kajian terdiri atas dua aspek dokumentasi, yaitu visual (foto-foto situs) dan verbal (legenda). Subjek visual berupa dokumentasi pribadi pada tahun 2010. Subjek verbal terdiri atas buku-buku dan jurnal-jurnal yang membahas subjek penelitian, yaitu Hikayat Banjar, Hikayat Lambung Mangkurat, dan Tutur Candi. Hasil penelitian menunjukkan adanya akulturasi budaya Jawa dan Kalimantan, baik dalam bentuk bangunan candi, keberadaan situs pertapaan, nama-nama tokoh legenda, dan juga peristiwa.

This paper discusses the sites of Candi Agung, Tiang Mahligai (bathing) Junjung Buih, and Pertapaan (hermitage) Pangeran Suryanata in the Archaeological Park of Candi Agung, South Kalimantan Province. The purpose of this study is to understand the acculturation between native and foreign cultures that had occurred at the three sites. This research uses the archaeological and cultural semiotics approach by elaborating the qualitative aspects of the data. The aspects discussed are the form and function of the temple, the name and function of the bathing and hermitage sites, the names of the legendary figures associated with the existence of the temple, and the events mentioned in the legend. The subject of the study consists of two aspects of documentation, i.e. visual (photos of the site) and verbal (legends). Visual subjects were of personal documentation obtained in 2010. Verbal subjects consist of books and journals that discuss the research subject, i.e. Hikayat Banjar, Hikayat Lambung Mangkurat, and Tutur Candi. Research results showed the occurrence of acculturation of Javanese and Kalimantan cultures, both in the form of temple buildings, the existence of hermitage sites, names of legendary figures, and cultural events.

Article Details

How to Cite
Sadono, S., & Endriawan, D. (2021). JEJAK AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN KALIMANTAN DI TAMAN PURBAKALA CANDI AGUNG DI AMUNTAI, KALIMANTAN SELATAN [TRACES OF ACCULTURATION BETWEEN JAVA AND KALIMANTAN AT THE CANDI AGUNG ARCHAEOLOGICAL PARK IN AMUNTAI, SOUTH KALIMANTAN]. Naditira Widya, 15(2), 87-98. https://doi.org/10.24832/nw.v15i2.462
Section
Articles

References

Alfianti, Dewi, and Ahsani Taqwiem. 2020. “Intertekstual Dekonstruktif Novel Lambung Mangkurat Atas Hikayat Banjar dan Tutur Candi.” Alinea: Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajaran 9(1):1–5.

Atmojo, Bambang Sakti Wiku. 2008. “Perbedaan Persepsi Penanganan pada Situs Candi Agung dan Tabanio di Kalimantan Selatan.” Naditra Widya 2(2):274-286.

Danandjaja, James. 2007. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti.

Effendi, Rusdi. 2021. “Sekilas Tentang Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan: Sebuah Analisis antara Mitologi dan Realitas Sejarah.” Hlm 1—87 dalam Prosiding Lintas Sejarah Maritim Kalimantan Selatan.

Eliade, Mircea. 2002. Sakral dan Profan. Terjemahan oleh Nuwanto. Yogyakarta: Fajar Pustaka.

Fang, Liaw. Yock. 1993. Kesusastraan Melayu Klasik: Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Faridah, Siti, dan Mubarak. 2012. “Kepercayaan Masyarakat Terhadap Bulan Safar: Sebuah Tinjauan Psikologis.” Al-Banjari 11(1):77–92.

Hadi, Krisno. 2019. “The Source of Power of Dayak Ma’anyan Tribes Political Thought and Its Influence to the Elites.” Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik 32(3):251--261.

Harari, Y. N. 2021. Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia. Terrjemahan oleh amaring Tyas Wulandari Palar. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Hartiningsih. 2019. “Potensi dan Kendala Pengembangan Destinasi Wisata Candi Agung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.” Jurnal Kebijakan Pembangunan 14(2):231--247.

Hoed, Benny. H. 2014. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.
Istanto, Riza. 2018. “Estetika Hindu pada Perwujudan Ornamen Candi di Jawa.” IMAJI 16(2):155-161.

Khomsahrial, Romli. 2015. “Akulturasi dan Asimilasi dalam Konteks Interaksi Antar Etnik.” Ijtimaiyya 8(1):1--13.

Kodiran. 1988. Akulturasi Sebagai Mekanisme Perubahan Kebudayaan. Yogyakarta: Humaniora.

Koentjaraningrat. 1975. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Kriyantono, R. 2008. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Mentayani, Ira. 2008. “Analisis Asal Mula Arsitektur Banjar Studi Kasus : Arsitektur Tradisional Rumah Bubungan Tinggi.” Teknik Sipil Perencanaan 1(1):1--12.

Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif; Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy dan Jalaludin Rakhmat. 1990. Komunikasi Antar Budaya Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya

Rafiek, Muhammad. 2017. “Kisah Migrasi Empu Jatmika dalam Hikayat Raja Banjar dan Tutur Candi.” LITERA 16(2):330--341. doi: 10.21831/ltr.v16i2.13637.

Rahman, M. 2021. “Sejarah Candi Agung di Amuntai.” Open Science Framework Preprints. Retrieved Oct 08, 2021. Pukul 21.45. (https://osf.io/xajwu/)

Saefuddin. 2018. “Bentuk-Bentuk Mitos dalam Cerita Banjar.” Jurnal Tuah Talino 12(1):14–28.

Tim Sahabat. 2008. Cerita Datu-datu Terkenal Kalimantan Selatan. Kandangan: Sahabat.

Tim Proyek Pemugaran. 1998. Petunjuk Tentang Taman Purbakala Candi Agung (Booklet). Kalimantan selatan:
Tim Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan peninggalan Sejarah dan Purbakala Kalimatan Selatan.

Setyaningsih, Rina. 2020. “Akulturasi Budaya Jawa sebagai Strategi Dakwah.” Ri’Ayah 5(1):73--82.

Soehardi. 2002. “Nilai-Nilai Tradisi Lisan dalam Budaya Jawa.” HUMANIORA 14(3):1-13.

Suryani, Wahidah. 2013. “Komunikasi Antarbudaya: Berbagi Budaya Berbagi Makna.” Farabi 10(1):1--14.
Upartini, D. P. 2020. “Formula Glorifikasi Pemimpin dalam Hikayat Banjar.” Jentera: Jurnal Kajian Sastra 9(2):147--171.

Widyastuti, E. 2007. “Perlakuan Terhadap Tinggalan Bercorak Hindu-Buddha: Kaitannya dengan Proses Islamisasi.” Hlm 17-23 dalam Widyasaparuna. Bandung: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Yamin, M. 2005. Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara. Jakarta: Balai Pustaka.

Yudoseputro, Wiyoso. 2008. Jejak-Jejak Tradisi Bahasa Rupa Indonesia Lama. Jakarta: Yayasan Seni Visual Indonesia.

Zalta, Edward N., Uri Nodelman, Colin Allen, Hannah Kim, and Paul Oppenheime, eds. 2010. "Peirce’s Theory of Signs" Satnford Encyclopedia of Philosophy. https://plato.stanford.edu/entries/peirce-semiotics/