POS INTAI BELANDA BUKIT VAN DERING SERUKAM SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA SEJARAH DI BUMI SEBALO [DUTCH FORTRESS VAN DERING HILLS AS A HISTORICAL TOURISM AREA IN BUMI SEBALO]

Main Article Content

Sabinus Beni
Blasius Manggu
Yosua Damas Sadewo
Tomas Aquino

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, yaitu di lokasi Pos Intai Belanda Bukit Van Dering. Keberadaan pos intai tersebut masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat baik yang berada di sekitar Kabupaten Bengkayang maupun di luar daerah Kabupaten Bengkayang. Saat ini, kondisi bangunan pos intai cukup memprihatinkan dan terkesan dilupakan keberadaannya baik oleh masyarakat mapun pemerintah setempat. Tujuan penelitian untuk memahami rencana pemugaran kawasan Pos Intai Belanda Bukit Van Dering di Serukam sebagai kawasan pariwisata peninggalan sejarah kolonial Belanda di Bumi Sebalo Bengkayang. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terkait Pos Intai Belanda terhadap narasumber yang dapat dipercaya serta ditunjang dengan data dari dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya perhatian pemerintah dalam menginventarisasi dan merevitalisasi peninggalan sejarah Pos Intai Belanda di Bukit Van Dering Serukam serta belum ada upaya untuk memperkenalkan kawasan pariwisata sejarah Pos Intai Bukit Van Dering. Lokasi Pos Intai tersebut berada pada kawasan Bukit Van Dering dengan keindahan alam sangat alami dan lestari yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan pariwisata khas Kabupaten Bengkayang tetapi belum tersentuh oleh pembangunan pariwisata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa harus ada kerjasama dengan pelibatan setiap unsur pemangku kepentingan dalam upaya merevitalisasi situs Pos Intai Van Dering, serta dapat memanfaatkannya sebagai sumberdaya pariwisata dan materi pembelajaran muatan lokal di Kabupaten Bengkayang.

The research was conducted in Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang in the Province of West Kalimantan, which was at the location of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering. Not many people, either in or outside Bengkayang, know about the existence of this lookout post. Presently, the condition of the construction of the lookout post is devastating and seems to have been forgotten by the community and the local government. The objective of this study was to determine the plan to restore the area of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering in Serukam as a tourism area of the Dutch colonial history and heritage of Bumi Sebalo in Bengkayang. This research used a qualitative method and carried out by in-depth interviews related to the Dutch Lookout Post and supported by data obtained from relevant agencies. The results suggest that the government has not conducted inventory and revitalization of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering in Serukam. There has not been attempt also to introduce this historical tourism area. The lookout post was built on Bukit Van Dering surrounded by natural beauty and potential for the development of a tourism area.

Article Details

How to Cite
Beni, S., Manggu, B., Sadewo, Y. D., & Aquino, T. (2021). POS INTAI BELANDA BUKIT VAN DERING SERUKAM SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA SEJARAH DI BUMI SEBALO [DUTCH FORTRESS VAN DERING HILLS AS A HISTORICAL TOURISM AREA IN BUMI SEBALO]. Naditira Widya, 15(2), 129-142. https://doi.org/10.24832/nw.v15i2.446
Section
Articles

References

Arofah, Rahmat dan Hari Cahyadi. 2019. “Pengembangan Buku Ajar Kontekstual: Teori Praktis dalam Membangun Pola Berpikir Kritis Dan Kreatif.” Halaqa: Islamic Education Journal 3(1):35–42.

Bahari, Saiful, Yuver Kusnoto, Basuki Wibowo, Sahid Hidayat, Yulita Dewi Purmintasari, Emusti Rivashinta, dan Superman. 2019. “Upaya Pelestarian Cagar Budaya Hollandsch Inlandsch School (HIS) Pertama Di Pontianak.” Gervasi 3(1):146–57.

Bappeda. 2021. RKPD Bengkayang 2021. Bengkayang: Bapedda Bengkayang.

Beni, Sabinus dan Blasius Manggu. 2017. “Peran Credit Union dalam Bidang Agribisnis Untuk Pembangunan Pertanian dan Ekonomi.” JURKAMI 2(2):103–11.

Beni, Sabinus, Blasius Manggu, dan Sensusiana. 2018. “Modal Sosial Sebagai Suatu Aspek dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat.” JURKAMI 3(1):8–24.

Beni, Sabinus and Genesius Rano. 2017. “Credit Union Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Dayak Kalimantan Barat.” Prosiding International Congress I Dayak Culture 1 1(1):168–77.

Friawan. 2008. “Implikasi Pembangunan Dalam Pendidikan.” Pendidikan 5(1):9–15.
Herman, N. N. and B. Supriadi. 2017. “Potensi Ekowisata dan Kesejahteraan Masyarakat.” Pesona Pariwisata 2(2):15–25.

Isnaniyah, Faidatunnisa. 2019. “Pemanfaatan Benteng Van Der Wijck Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Sebagi Objek Wisata dan Sumber Belajar Sejarah.” Neliti 1(1):1–12.
Iswanto, Yun dan Adhie Yusuf. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Diedit oleh E. Purwanto. Tangerang: Universitas Terbuka.

Kurniawan, Nofan Abdi dan Gunawan Sridiatmoko. 2015. “Pemanfaatan Benteng Van Der Wijck Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Sebagi Objek Wisata dan Sumber Belajar Sejarah Dan Objek Pariwisata Pendidikan.” Sejarah Univ. PGRI Yogyakarta 1(1):13.

Pristawasa dan TK I Wayan. 2017. “Motivasi Dan Persepsi Wisatawan Terhadap Potensi Wisata Di Kepulauan Mentawai (Tourists Motivation and Perception on Tourism Potential on Mentawaian Islands).” Jurnal Kepariwisataan Dan Hospitalitas 1(2):111–77.

Rahmadhana, Aisarah. 2020. “Peninggalan Warisan Kolonial Belanda Di Banda Aceh Sebagai Objek Wisata Budaya.” Banda Aceh: UIN AR-RANIRY.

Rahmawati, Yuni. 2019. “Pengertian Cagar Budaya.” Https://Kebudayaan.Kemdikbud.Go.Id/Bpcbbanten, 1.

Rosni. 2012. “Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara” Diedit oleh Herulono. Jurnal Geografi 9(1):1–8.

Rosyadi, Khalid, Mochamad Rozikin, dan Trisnawati. 2018. “Analisis Pengelolaan Dan Pelestarian Cagar Budaya Sebagai Wujud Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemerintahan Daerah(Studi Pada Pengelolaan Dan Pelestarian Situs Majapahit Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto).” Jurnal Administrasi Publik (JAP) 2(5):830–36.

Wardani, S., Rianto, dan A. F. Nilansari. 2020. “Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan UMKM
Dusun Pulo Gulurejo.” Kacanegara 3(2):99–115.

Wirajuna, Bayu dan Bambang Supriadi. 2017. “Peranan Kelompok Sadar Wisata Untuk Meningkatkan Keamanan Wisatawan: Studi Kasus Di Jerowaru Nusa Tenggara Barat.” Pariwisata Pesona 2(2):15–25.

Yulianingrum, Esti Vidya, Agustiah Wulandari, dan Chairunnisa. 2018. “Persepsi Masyarakat Terhadap Objek Pelestarian Cagar Budaya Di Kota Pontianak.” Untan 3(1):77–85.