PEMUKIMAN KUNO DI DESA HAMARUNG, KECAMATAN JUAI, KABUPATEN BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN (AN OLD SETTLEMENT IN HAMARUNG VILLAGE, JUAI DISTRICT, BALANGAN REGENCY, SOUTH KALIMANTAN)

Sunarningsih Sunarningsih
| Abstract views: 77 | views: 35

Abstract

Pemukiman kuno yang ditemukan di wilayah Kalimantan pada umumnya berada di tepian aliran sungai, baik sungai besar (utama), maupun sungai kecil (anak sungai). Demikian juga yang terlihat di situs Hamarung, berada di tepi Sungai Campan, di Kalimantan Selatan. Pemukiman kuno ini sekarang berada di areal kebun karet, masyarakat sekarang tidak lagi memanfaatkannya sebagai tempat tinggal. Pemukiman yang baru pindah ke tepi jalan darat yang dibangun kemudian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan cara bermukim masyarakat Hamarung pada masa lalu dan kronologi pemukiman kuno Hamarung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemukiman kuno Hamarung berada di dua sisi Sungai Ninian lama yang sudah mati. Pemukiman kuno Hamarung dilengkapi dengan sebuah bangunan masjid dan kuburan muslim. Secara kronologis pemukiman kuno Hamarung dihuni pada masa Islam sampai dengan abad ke-19 Masehi.

Old settlements discovered in Kalimantan are generally located on riverbanks, both on the main rivers and their tributaries. Such is on the bank of Campan River, the site of Hamarung, in South Kalimantan. The old settlement is now in a rubber plantation and no longer used by the present day community. A new settlement moved to the edge of the road that was built later. This study aims to describe how the Hamarung community settled down in the past and the chronology of the old Hamarung settlement. The method used in this research was descriptive with an inductive approach. Data collection was carried out by observation, survey, interview, and literature study. Research results indicated that the old Hamarung settlement waslocated on both sides of the old dead Ninian River. The old Hamarung settlement was complemented by a mosque and moslem cemetery. Chronologically the old Hamarung settlement was inhabited during the Islamic period up to the 19th century.

Keywords

Kalimantan Selatan, Hamarung, pemukiman kuno, desa tepi sungai, keramik asing, manik-manik (South Kalimantan, Hamarung, old settlement, riverine village, foreign ceramics, beads)

References

Adyatman, Sumarah and Arifin, Redjeki. 1993. Manik-Manik Di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. 2016. Pemukiman. Diunduh dari http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ pemukiman

Francis, Peter. 1991. “Beads in Indonesia.” Asian Perspectives (Honolulu) 30(2):217–41.

Heekeren, H. R. Van. 1958. The Bronze Iron Age of Indonesia. The Hague: Martinus Nijhoff.

Linbald, J. Thomas. 2012. Antara Dayak Dan Belanda Sejarah Ekonomi Kalimantan Timur Dan Kalimantan Selatan 1880-1942. Jakarta: KITLV-Jakarta.

Rouse, Irving. 1960. “The Classification of Artifacts in Archaeology.” American Archaeology 26(3):313–23.

Singarimbun, Masri and Effendi, Sofan. 1989. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

Sugiyanto, Bambang; Atmojo, Bambang Sakti Wiku; Wasita; Hartatik; Susanto, Nugroho Nur; and Yogi, Ida Bagus PP. 2013. Penelitian Situs-Situs Budaya Di Kabupaten Balangan. Paringin.

Sugiyanto, Bambang; Atmojo, Bambang Sakti Wiku; Wasita; Susanto, Nugroho Nur; and Yogi, Ida Bagus PP. 2014. Verifikasi Cagar Budaya Di Kabupaten Balangan. Paringin.

Sugiyanto, Bambang; Hartatik; Susanto, Nugroho Nur; Yogi, Ida Bagus PP; Cahyaningtyas, Yuka Nurtanti; Sulistyo, Restu Budi. 2015. Studi Potensi Arkeologi Karst Di Kabupaten Balangan. Paringin.

Sugiyanto, Bambang; Susanto, Nugroho Nur; Cahyaningtyas, Yuka Nurtanti; Herwanto, Eko; Suryono, Thomas. 2016. Penelitian Lanjutan Tentang Studi Potensi Arkeologi Karst Di Kabupaten Balangan. Paringin.

Sunarningsih. 2011. “Situs-Situs Pemukiman Tepian Sungai Di Kalimantan Selatan.” Naditira Widya 5(2):182–94.

Sunarningsih. 2012. “Sebaran Situs Pemukiman Kuno Di Daerah Aliran Sungai Barito.” Naditira Widya 6(2):130–44.

Sunarningsih. 2013. “Kerajaan Negara Daha Di Tepian Sungai Negara, Kalimantan Selatan.” Naditira Widya 7(2):5–15.

Sunarningsih. 2015. “Pabrik Pengolahan Karet Peninggalan Belanda Di Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan.” Kindai Etam: Jurnal Penelitian Arkeologi 1(1):49–76.

Sunarningsih. 2018. “Pemukiman Masyarakat Ngaju Di Hulu Daerah Aliran Sungai Kahayan Dari Abad Ke-4 Hingga Ke-19 Masehi.” Naditira Widya 12(1):23.

Susilowati, Endang. 2011. “Peranan Jaringan Sungai Sebagai Jalur Perdagangan Di Kalimantan Selatan Pada Paroh Kedua Abad XIX.” Jurnal Sejarah Citra Lekha XV(1):1–8.

Torntore, Susan. 2004. “Precious Red Coral: Markets and Meanings.” Beads 16(1):3–16.

Copyright (c) 2019 Naditira Widya
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.