The Karawang Dutch Indies Waterworks in The Agriculture Context (BANGUNAN-BANGUNAN AIR MASA HINDIA BELANDA DI WILAYAH KARAWANG: DALAM KONTEKS PERTANIAN PADI)

Main Article Content

Libra Hari Inagurasi

Abstract

Indonesia is an agrarian country, and rice
cultivation is an important sector. Agriculture has been the main subsistence of the Indonesian up until now. Karawang is one of the rice
log regions in this country. Karawang, which is a regency of Jawa Barat Province has been located at the lowland and bordered by the
northern cost of Java. Most of the lands in Karawang are functioned as rice fields. The development shows that rice cultivation has
been practiced in Indonesia since early century AD. Along with the knowledge of rice cultivation, people created several types of buildings related to rice cultivation, including waterworks. The waterworks in Indonesia consisted of traditional buildings made by the local inhabitants and European-type waterworks made by the Dutch people. This article is aimed at describing the types of European waterworks as well as examining more thoroughly their function in relation to rice cultivation in Karawang. The data are obtained from a survey carried out in 2013 and from documents from the same period, which is Memorie Residen Karawang dan Batavia (Memory of the Regent of Karawang and Batavia). This article reveals various types and functions of European (Dutch) waterworks for irrigation of rice fields in Karawang, which are dams, sluicegates, and canals at Walahar and Dawuan.

Indonesia merupakan negara agraris, oleh sebab itu  pertanian padi menjadi sektor penting. Hingga saat ini bercocok tanam padi menjadi matapencaharian penduduk di Indonesia. Karawang, merupakan salah satu contoh daerah penghasil padi. Karawang, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, posisi geografis berada di dataran rendah, berbatasan dengan pantai utara Jawa. Sebagian besar  lahan tanah di Karawang difungsikan sebagai persawahan padi.  Dilihat dari  perkembangannya, bercocok tanam padi telah dikenal di Indonesia sejak awal Masehi. Seiring dengan dikenalnya bercocok tanam padi maka manusia dengan kemampuannya menciptakan  jenis-jenis bangunan untuk pertanian padi. Dilihat dari perkembangannya, bangunan air di Indonesia terdiri atas bangunan tradisional yang dibangun oleh  penduduk  lokal dan bangunan air Eropa yang dibangun oleh orang-orang Belanda. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan jenis peninggalan bangunan air Eropa dan untuk mengetahui lebih jauh fungsi bangunan pada pertanian padi di Karawang. Data-data pada tulisan ini diperoleh melalui survei yang dilaksanakan pada tahun 2013. Penyajian
pengetahuan tentang bangunan air Eropa dalam tulisan ini dilakukan pula dengan  penelusuran, pendeskripsian pada dokumen yang sezaman, yakni Memorie Residen Karawang dan Batavia. Di dalam tulisan ini telah berhasil diungkap beberapa macam dan kegunaan bangunan-bangunan air Eropa Belanda untuk irigasi dan pengairan sawah di Karawang, yakni kawasan bendung, pintu air, kanal di Walahar, dan di Dawuan.

Article Details

How to Cite
Inagurasi, L. H. (2014). The Karawang Dutch Indies Waterworks in The Agriculture Context (BANGUNAN-BANGUNAN AIR MASA HINDIA BELANDA DI WILAYAH KARAWANG: DALAM KONTEKS PERTANIAN PADI). Naditira Widya, 8(1), 9-18. https://doi.org/10.24832/nw.v8i1.255
Section
Articles